JAKARTA – Aliansi SPPI TOA Badan Gizi Nasional Republik Indonesia memberikan tuntutan point penting dalam selama tugas sebagai TOA melihat situasi yang terjadi akan adanya intimidasi dari para mitra karena persoalan anggaran dan markup yang mereka lakukan untuk kepentingan mereka.
‘’ meminta para pimpinan merapikan dapur yang kelebihan di banding dengan SPPI yang ada yang utama di pulau jawa sehingga terjadi nya TOA sedangkan ada point menyatakan SPPI akan di tempatkan di domisili masing-masing” 16/07/2026
“ sehingga dampaknya SPPI di TOA kan sedangkan masih banyak penerima manfaat yang belum merasakan makan bergizi gratis di domisili nya seharusnya ada pemerataan di seluruh indonesia bukan sekedar dapur menumpuk di pulau jawa,”
Yang di TOA kan juga ada beberapa kepala SPPG yang di tempatkan di dapur yang bangunan loy ut nya tidak sesuai juknis namun di paksakan tetap jalan itu sudah menyalahi aturan yang di buat sendiri Badan Gizi Nasional Republik Indonesia.
Harapan nya harus ada ketegasan dari kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia mengenai dapur yang tidak sesuai juknis itu di tutup selamanya,
Aliansi SPPI TOA Badan Gizi Nasional Republik Indonesia meminta tuntutan itu yang pertama dengan tegas bahwa jika ada mitra atau yayasan yang intimidasi kepala SPPG maka itu akan di kenakan sanksi tutup dapurnya selamanya dan yang kedua mengenai dapur di pertegas untuk wajib memenuhi aturan juknis mengenai bangunan, peralatan dan kantor itu di pertegas sebagaimana aturan dari Badan Gizi Nasional Republik Indonesia yang sah.”
Perkumpulan ini terbentuk sebagai dasar persatuan para SPPI TOA se-indonesia tempat untuk berdiskusikan keadaan yang di alami di lapangan dan membicarakan perkembangan situasi yang ada,”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tanggapan Anda di sini!