Ketua umum Gerakan Pemuda Sulawesi Selatan
ENREKANG – organisasi masyarakat gerakan pemuda sulawesi – selatan meminta pimpinan Badan Gizi Nasional Republik Indonesia untuk mempertimbangkan bagi kepala SPPG untuk menjalankan dapur sesuai SOP dan tidak memberikan jabatan kepala SPPG bagi yang mengalami penyakit menular seperti TBC, Hepatitis karena akan membahayakan bagi relawan dan masyarakat sekitar jika masih terdekteksi positi penyakit tertular.
Dalam menjalankan dapur pasti akan lebih baanyak berinteraksi dengan relawan, masyarakat dan yang pasti nya penerima maanfaat langsung baik itu anak sekolah maupun ibu hamil, menyusui dan balita akan berpotensi akan tertular, ungkap mudding ketua umum ormas gerakan pemuda sulawesi - selatan, 09/Juli/2026
Mudding menyarankan agar pimpinan badan gizi nasional indonesia republik indonesia memberikan ruang untuk proses perobatan dan penyembuhan bagi pegawai yang terdekteksi penyakit agar tidak memegang dapur terlebih dahulu.
Tentu juga sebagai kepala SPPG akan lebih pada pengawasan dalam menyedia kan makanan ke penerima maanfaat itu sangat berpotensi menularkan rentan ke anak anak kecil karena daya tahan tubuh nya belum baik,” ungkap Mudding
Sebagai organisasi masyarakat gerakan pemuda sulawesi – selatan mudding, “ mengatakan akan lebih rentan lagi ke penerima manfaat ibu menyusui,balita dan hamil karena kondisi kesehatan mereka akan cepat terkonasi nantinya,
Lanjutnya, pihak pimpinan badan gizi nasional agar mempertimbangkan penempatan kepala SPPG sesuai SOP dan di lihat kesehatan nya apalagi penyakit yang menular kan itu dampak nya lebih berbahaya ke depan, di harapkan dengan program proritas presiden republik indonesia yang memberikan kesehatan gizi namun karena penunjukan kepada SPPG yang sementara perobatan TBC malah bisa menularkan ke penerima maaf kan bahaya
Ormas gerakan pemuda sulawesi – selatan tegaskan agar lebih teliti dalam menetapkan kepala SPPG di dapur demi lebih menjaga mutu kesehatan bagi penerima manfaat
Harapnya akan ada kebijakan bagi yang mengalami kendala yang menderita terdeksi penyakit TBC sebaiknya mendapatkan kebijakan untuk berobat di daerah masing masing dengan dokter rumah sakit daerah asal domisi demi menjaga penyebaran lebih luas di daerah lain jika penempatan dinas TOA nya di luar provinsi,” ketua umum ormas gerakan pemuda sulawesi - selatan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tanggapan Anda di sini!