Political Game. Upaya Istana Menjegal Anies Dengan Isu Duet Anies - Cak Imin - LIDINEWS.COM | Majalah Lidinews

Mobile Menu

Top Ads

More News

logoblog

Political Game. Upaya Istana Menjegal Anies Dengan Isu Duet Anies - Cak Imin

Jumat, 01 September 2023

Penulis : Dani Febri

Pemerhati Politik & Demokrasi


Gambar : Political Game. Upaya Istana Menjegal Anies Dengan Isu Duet Anies - Cak Imin. Lidinews.id

Political Game adalah sebuah simulasi permainan politik yang mencoba mensimulasikan pemerintahan dan politik seluruh atau sebagian dari suatu bangsa.


Lidinews.id - Permainan ini dapat mencakup situasi geopolotik, politik nasional, dan kampaye politik. Ketika di telisik lebih radiks lagi, situasi politik bangsa Indonesia tiba pada sebuah tanda tanya besar.


Bagaimana tidak, dewasa ini arah bangsa Indonesia tidak jelas di tengah isu Global Security dan Environmental Ethics yang sedang menajdi fokus utama dunia, Indonesia masih berputar dengan tukar tambah koalisi dan cawe-cawe presidennya.


Terbaru berita menghebohkan publik yang datang dari koalisi perubahan dengan isu duet Anies – Cak Imin setelah dibongkar salah satu partai dari koalisi perubahan itu sendiri mencuak di jagad maya.


Kelompok Aniesisme menyikapi dengan dalil siapapun bacawapresnya yang terpenting bacapresnya adalah Anies Baswedan. Namun, kelompok kultural ormas islam terbesar di Indonesia simpatisan Anies Baswedan menyikapi dengan kekecewaan, mereka tidak rela sosok pencuri pemimpin partai hendak menjadi RI 2 bangsa Indonesia.


Memang dalam dunia politik kawan bisa jadi lawan dan lawan bisa jadi kawan, semua tergantung kepentingannya, maka dari itu politik serba dinamis. Tidak menutup kemungkinan tanda tanda tanya besar di atas akan benar-benar terealisasikan.


Namun sebelum itu, kita tahu semuanya Anies Baswedan dan partai pengusungnya sering sekali mendapatkan upaya-upaya penyerangan dan penjegalan dari lawan politiknya.


Mulai dari isu politik identitas, isu Formula E, JIS yang rumputnya tak layak, hingga BTS 8 t. Segala upaya telah dilakukan lawan politiknya, namun hingga detik ini Anies tetap menjadi primadona antitesa Presiden Jokowi.


Tidak hanya hal itu, disisi lain bacapres Prabowo dan bacapres Ganjar sering kita jumpai di media mendapatkan endorsmen dari Presiden Jokowi. Tentu dengan isu duet Anies – Cak Imin ada dugaan upaya baru dari Istana untuk menjegal Anies Baswedan.


Kita tahu bahwa Cak Imin mempunyai jejak di KPK tentang keikutsertaan kasus “KARDUS DURIAN” (Sumber: Kompas.com). Hal yang menjadi analisis “embongan” bagaiman kalau ini adalah langkah strategi Istana untuk menjegal Anies Baswedan dalam pencapresannya.


Mari kita simak permaian politiknya. Bayangkan H- 1 detik pengumuman bacapres dan bacawapres yang di umumkan oleh KPU RI tiba-tiba KPK menciduk Cak Imin dengan dugaan isu “KASUS DURIAN”, di detik itu pula analisa “embongan” ini menjadi nyata, gagal sudah Anies Baswedan menjadi Calon Presiden RI di pemilu 2024.


Kemudian ada yang menanyakan kalaupun isu duet Anies – Cak Imin ini terjadi beneran, Pasti sudah menyiapkan stretegi taktik politik yang jitu.


Tapi ingat, kita hidup di negara Wakanda habis-menghabisi lawan politik sah apa lagi di backing oleh penguasanya yang notabene antitesa dari Anies Baswedan.


Lalu,apakah Cak Imin akan dikorbankan, jawabannya dinamis bisa iya bisa tidak, lahi-lagi kalau kepentingannya sama ya akan menjadi kawan. Lalu akankah ada kelompok-kelompok Penekan Anies Baswedan lainnya?


Pertama-tama, sambil memberikan definisi yang lebih tepat tentang apa itu kelompok penekan, kita akan memberi kan garis besar tentang organisasi dan aktivitasnya. Garis besar ini, didasarkan pada observasi komparatif dari fakta-fakta dan bukan pada pemikiran yang a priori.


Maurice Duverger (pengamat politik) membagi dua Kelompok Penekan (Kelompok Eksklusive dan Kelompok Parsial). Walaupun secara prinsip berbeda. Kelompok ini jelas, tetapi dalam aplikasinya tidak.


Lanjutnya, Maurice menjelaskan suatu kelompok penekan itu sifatnya eksklusif (istimewa, lain dari yang lainnya) bila ia hanya menyangkut soal mengambil tindakan dalam bidang politik saja, dengan memberikan tekanan atas kekuasaan politik.


Misalnya di Perancis, di Asosiasi Parlementer untuk pembelaan pendidikan sebuah organisasi yang mengadakan intervensi dengan pekerjaan-pekerjaan para senator dan angota-anggota Kongres, dengan anggota-anggota kabinet, dan pejabat pememrintahan tinggi lainnya. Organisasi itu mampu menekan dan menintervensi kebijakan secara senyap.


Di Indonesia, kelompok Eksklusif ini ada secara nyata dan abstrak secara tindakan, mereka senyap. Anies, identik dengan kaum agamis. Tidak kita naifkan, Anies Baswedan adalah keturunan dari ras Timur yang oleh lawan politik dan oleh kelompok penekan  organisasi eksklusif kaum nasionalis sering kali di serang dengan membawa isu ini.


Namun perlu publik juga membaca sejarah. Bahwa, Kakek dari Anies Baswedan adalah seorang Nasionalis dan berjasa bagi bangsa ini.

Kemudian Maurice melukiskan apa itu Kelompok Parsial.


Sebuah kelompok dikatakan parsial, bila melakukan kegiatan politik hanyalah salah satu bagian dari aktivitasnya saja.


Kelompok parsial ini jumlah nya sangat banyak, ia sering juga melancarkan tekanan atas pemerintahan, tetapi pada dasarnya lebih berpedoman pada tujuan lainnya yang lebih besar.


Misalnya adalah serikat buruh, ia sering melakukan tekanan-tekanan pada pemerintahan untuk dasar ekeksistensinya.


Anies, karena background seorang cendekiawan Muslim, juga mempunyai kelompok penekan parsial ini, yang artinya ketika Anies hari ini sebagai antitesa Presiden Jokowi kelompok parsial inilah yang menjadi garda terdepan membela Anies Baswedan.


Apalagi hari ini isu duet Anies – Cak Imin mencuat di publik yang Cak Imin juga adalah Pemimpin Partai Islam Moderat semakin memperkokoh kelompok penekan parsial ini.

Pada dasarnya dalam negara demokrasi pro dan kontra adalah suatu kewajaran.


Arogansi kekuasaanlah yang menjadi alarm bahaya bagi negara demokrasi. Hanya penguasalah yang mempunyai segala alat untuk menggoalskan kepentingannya.


Sangat disayangkan ketika publik hari ini disuguhkan dengan Cawe-cawe Presiden Jokowi terhadap beberapa Bacapres tertentu.


Pertanyaannya sederhana, apa yang menjadi kekhawatiran Presiden Jokowi setelah purna tugas menjadi RI 1 bangsa ini sehingga banyak sekali keadaan gaduh yang di percikkan? Rumuskan sendiri!





Editor : Arjuna H T M







Political Game. Upaya Istana Menjegal Anies Dengan Isu Duet Anies - Cak Imin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar