![]() |
| Gambar : Sarinah Kristina Pardosi Berantas Kekerasan Perempuan. Lidinews |
Sumatera Utara, Medan, Lidinews - Senin, 16 Februari 2026. Pasca pelantikan resmi pengurus DPD GMNI Sumatra Utara pada 12 Februari 2026 lalu, jajaran pengurus baru langsung tancap gas menyikapi isu krusial di wilayah tersebut.
Wakil Ketua Bidang Pergerakan Sarinah DPD GMNI Sumatra Utara, Sarinah Kristina Pardosi, menegaskan komitmennya untuk menjadikan GMNI sebagai perisai utama bagi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan.
Sarinah Kristina Pardosi bukanlah sosok baru dalam dunia pergerakan. Lahir pada 13 Mei 2001, ia telah menempuh proses kaderisasi panjang dan berjenjang.
Memulai di DPC GMNI Tapanuli Utara melalui PPAB (2019) dan dikukuhkan dalam KTD (2022). pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pergerakan Sarinah DPC GMNI Tapanuli Utara (2022-2025).
Resmi dilantik sebagai Wakil Ketua Bidang Pergerakan Sarinah DPD GMNI Sumatra Utara pada 12 Februari 2026, sebuah mandat besar untuk membawa perubahan di level provinsi.
Berdasarkan data pantauan pergerakan Sarinah hingga awal 2026, Sumatra Utara masih terjebak dalam angka kekerasan yang mengkhawatirkan.
Masih banyak ditemukan kasus pencabulan di sekolah dan kampus yang "disenyapkan" melalui dalih menjaga nama baik institusi dan diselesaikan secara kekeluargaan.
Kristina menyoroti tingginya angka penyelesaian secara kekeluargaan yang merugikan korban. "Trauma korban itu permanen, tidak bisa dibayar dengan uang damai atau sekadar materai 10.000," tegasnya.
Kristina mempertajam visi pergerakannya dengan landasan ideologis Marhaenisme yang progresif GMNI Sumut akan melakukan audit publik terhadap efektivitas Satgas PPKS di kampus-kampus agar tidak sekadar menjadi pajangan birokrasi.
Menuntut pihak berwenang untuk menindak tegas setiap pelaku tanpa tebang pilih, terutama di lingkungan pendidikan.
Mewujudkan Sumatra Utara yang bersih dari KDRT dan pencabulan demi menyelamatkan generasi penerus.
"Sebagaimana Bung Karno mengatakan bahwa perempuan adalah tiang negara, maka melindungi mereka adalah tugas konstitusional. Jika mental generasi muda kita dihancurkan oleh kekerasan seksual hari ini, jangan harap Sumatra Utara punya masa depan yang cerah. GMNI akan berdiri di depan untuk memastikan tiang negara itu tetap kokoh," pungkas Kristina.
Sebagai langkah awal setelah pelantikan, DPD GMNI Sumut melalui Bidang Pergerakan Sarinah akan segera membuka posko pengaduan dan melakukan konsolidasi dengan seluruh DPC se-Sumatra Utara untuk memperkuat barisan pembelaan perempuan dan anak.
Editor : Arjuna H T Munthe



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tanggapan Anda di sini!