![]() |
| Gambar : GMNI Komisariat Institut STIAMI Nyatakan Solidaritas dan Dukungan Penuh kepada BEM KM Institut STIAMI |
Jakarta – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Institut STIAMI menyatakan solidaritas dan dukungan penuh kepada Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Institut STIAMI menyusul beredarnya dokumentasi dan informasi terkait keterlibatan sejumlah oknum dalam kegiatan konferensi pers yang mengklaim serta mengatasnamakan perwakilan BEM Fakultas maupun BEM KM Institut STIAMI.
Dalam pernyataan sikap yang disampaikan kepada publik melalui ketuanya Rakaditya Andi Ryotama, DPK GMNI Institut Stiami Bekasi mengecam keras tindakan pihak-pihak yang diduga mengatasnamakan organisasi kemahasiswaan tersebut tanpa legitimasi yang sah.
“Kami mengecam keras pelaku atau oknum yang mengatasnamakan perwakilan BEM Fakultas ataupun BEM KM Institut STIAMI dalam kegiatan Press Conference pada Selasa, 16 Juni 2026,” tegasnya dalam siaran persnya, Kamis (18/6/2026).
Selain itu, GMNI Komisariat Institut STIAMI mendesak pihak kampus untuk mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam tindakan tersebut. Menurut mereka, sanksi administratif hingga pemberhentian status mahasiswa perlu dipertimbangkan sebagai bentuk penegakan aturan dan menjaga marwah institusi.
GMNI juga menegaskan pentingnya menjaga independensi gerakan mahasiswa agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi tersebut mengingatkan BEM KM Institut STIAMI untuk tidak mudah terpengaruh oleh berbagai bentuk tekanan maupun kepentingan tertentu yang dapat mengaburkan arah perjuangan mahasiswa.
“BEM KM Institut STIAMI harus tetap berdiri bersama rakyat dan kaum marhaen. Jangan tergoda oleh hasutan, rayuan, maupun berbagai bentuk godaan yang dapat menjauhkan mahasiswa dari hati nurani perjuangannya,” lanjut Rakaditya Andi Ryotama dalam pernyataan tersebut.
Sebagai organisasi yang berlandaskan ajaran Marhaenisme Bung Karno, GMNI Komisariat Institut STIAMI menyatakan keyakinannya bahwa BEM KM Institut STIAMI memiliki kapasitas untuk terus memperjuangkan cita-cita masyarakat yang adil dan makmur.
Menurut GMNI, sejarah telah membuktikan bahwa perubahan besar lahir dari keberanian kaum muda dan mahasiswa yang konsisten menyuarakan kebenaran serta berpihak kepada rakyat kecil.
Melalui pernyataan tersebut, GMNI Komisariat Institut STIAMI juga memberikan semangat kepada seluruh pengurus dan anggota BEM KM Institut STIAMI agar tetap teguh dalam menjalankan peran perjuangan mahasiswa.
“Jangan pernah gentar menghadapi seluruh tekanan yang ada. Setiap langkah perjuangan yang berpihak kepada rakyat merupakan bagian dari ikhtiar besar untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” tegas Rakaditya Andi Ryotama.
Menutup pernyataannya, GMNI Komisariat Institut STIAMI menegaskan bahwa solidaritas, persatuan, dan ideologi merupakan fondasi utama dalam perjuangan mahasiswa.
“Solidaritas adalah senjata perjuangan. Persatuan adalah kekuatan. Ideologi adalah kompas gerakan," ketua DPK GMNI Institut Stiami Bekasi itu.
Kontributor : KW
Editor : Arjuna H T Munthe



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tanggapan Anda di sini!