-->

Iklan

terkini

Mengikis Patriarki, Menguatkan Peran Perempuan Dalam Pembangunan

Lidinews
Kamis, 8/21/2025 11:47:00 PM WIB Last Updated 2025-08-21T16:47:21Z

Penulis : Kezia Frenty Sinaga

Wakil Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan GMNI Kota Medan

Gambar : Mengikis Patriarki, Menguatkan Peran Perempuan Dalam Pembangunan. Lidinews.id


Lidinews.id - Setiap orang lahir dengan membawa Hak Asasi Manusia (HAM), yang artinya setiap orang dilindungi oleh "Ham" sejak manusia itu lahir.


Negara Republik Indonesia mengakui dan menjunjung tinggi HAM dan kebebasan dasar manusia sebagai hak yang secara kodrati melekat dan tidak dapat dipisahkan dari diri manusia. Yang harus dilindungi, dihormati, ditegakkan demi peningkatan martabat kemanusiaan, kesejahteraan, kebahagiaan dan kecerdasan serta keadilan sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945).



Maka penulis mengangkat tentang kerentanan yang dihadapi perempuan ini seringkali dikarenakan adanya pembedaan peran, bahwa aspek patriarki merupakan salah satu persoalan utama selain kemiskinan sebagai penyebab munculnya kasus-kasus kekerasan berbasis gender dalam lingkup masyarakat di Indonesia.



Kondisi tersebut kian memperbesar peluang kemiskinan pada perempuan, serta membuat mereka terjebak dalam risiko kerentanan. Terlebih kerentanan dalam menghadapi risiko kekerasan berbasis gender karena situasinya yang tidak seimbang dengan laki-laki, baik dari segi penghasilan, pengambilan keputusan, serta kapasitas. Padahal perempuan dapat dikatakan sebagai fondasi utama dalam proses pembangunan bangsa dan negara. Perempuan berperan penting dalam menjaga nilai budaya dan kearifan lokal melalui seperangkat intelektualitas yang dimilikinya. 



Kiranya Perempuan mempunyai andil dalam membangun suatu peradaban bangsa dan Negara. Baik dan buruknya dari suatu Negara adalah Karena peran dari perempuan. Hal tersebut dilontarkan oleh Bung Karno dalam buku Pengantar Sarinah yakni “Kita tidak dapat menyusun negara dan tidak dapat menyusun masyarakat jika kita tidak mengerti soal wanita.



Namun Ketimpangan akses pendidikan dan pekerjaan perempuan masih saja di anggap tidak perlu sekolah tinggi, sehingga kesempatan mereka dalam karier dan posisi kepemimpinan sering terhambat.



Melalui tulisan ini, penulis mengajak dan membumikan kesetaraan terhadap perempuan dan laki-laki. Baik dilakukan sosialisasi secara masif yang dilakukan melalui bimbingan teknis, seminar, dan pelatihan kepada kelompok-kelompok yang ada di masyarakat. Upaya tersebut juga dapat diperkuat dengan penambahan konten atau materi substansi mengenai pentingnya keterwakilan perempuan di berbagai sektor yang merupakan bentuk dari keberpihakan kepada perempuan.



Keadilan gender dapat tercerminkan dalam keadaan di mana perempuan serta laki-laki memiliki hak, status dan wewenang yang sama di muka hukum, memiliki peluang serta kesempatan yang sama serta adil dalam menikmati karir tanpa adanya perbedaan.



Perempuan terdidik yang merdeka akan melahirkan masyarakat yang lebih maju. Karena perempuan sering berperan sebagai pendidik pertama bagi generasi berikutnya, kesetaraan dalam pendidikan akan membentuk pola pikir baru: bahwa laki-laki dan perempuan adalah mitra sejajar.



Editor : Arjuna H T Munthe

Komentar

Tampilkan

  • Mengikis Patriarki, Menguatkan Peran Perempuan Dalam Pembangunan
  • 0

Terkini