Iklan

terkini

Implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Lingkungan Lembaga Pemasyarakatan

Lidinews
Rabu, 2/25/2026 07:21:00 PM WIB Last Updated 2026-02-25T12:21:58Z

Penulis : dr. Jessica Savitri Saragih

Tenaga ahli pratama di Lapas Kelas IIA Samarinda

Gambar : Implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Lingkungan Lembaga Pemasyarakatan. Lidinews


Lidinews - Perilaku hidup bersih dan sehat yang biasa di kenal dengan phbs merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas kesadaran diri sendiri untuk menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatan fisik, mental maupun sosial.


Perilaku hidup bersih dan sehat menjadi indikator tingkat kesehatan seseorang dengan harapan seseorang bisa menolong dirinya sendiri, keluarga, maupun orang sekitar dalam hal kesehatan. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat masih menjadi catatan dengan tantangan yang cukup besar, terlebih di lingkup Lembaga Pemasyarakatan.


Lembaga Pemasyarakatan atau lapas adalah tempat yang dihuni oleh warga binaan Pemasyarakatan yang mendapatkan pembinaan dibawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Jumlah warga binaan yang cenderung lebih banyak daripada kapasitas seharusnya menjadi salah satu tantangan dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.


Dampak dari kepadatan hunian dalam satu ruangan bagi warga binaan mengakibatkan kurangnya sirkulasi udara bersih, ruang untuk beristirahat terbatas, dan keinginan untuk menjaga kebersihan diri ikut menurun. Hal ini diperberat dengan adanya warga binaan yang memiliki kebiasaan merokok, sehingga menambah buruknya kualitas udara yang terhirup.


Air merupakan sumber kehidupan. Karenanya air menjadi indikator sangat penting dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Lembaga Pemasyarakatan dengan jumlah warga binaan lebih dari kapasitas mengakibatkan jumlah kamar mandi yang tidak sebanding dengan jumlah warga binaan. Akses saluran air untuk mencuci tangan yang terbatas mengakibatkan sanitasi kebersihan yang cenderung rendah. Mencuci tangan adalah perilaku yang sangat penting karena telapak tangan menjadi perantara masuknya kuman dan mengakibatkan terinfeksi penyakit menular.


Maka ketersediaan air bersih masih menjadi perhatian dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Lingkungan yang bersih mendorong untuk melakukan kegiatan yang lebih produktif. Lingkungan yang bersih dan sehat ditandai dengan pengelolaan sampah yang baik. Pemilahan sampah  dapat diawali dengan tersedianya tempat sampah yang sesuai. Adanya pemilahan sampah plastik atau yang bisa didaur ulang, nantinya dapat digunakan oleh warga binaan untuk mencipatakan sesuatu yang memiliki nilai daya guna. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya perlu di tekankan sehingga menciptakan lingkungan yang sehat.


Tumpukan sampah membuat tidak sedap dipandang mata, selain itu menyebabkan bau kurang nyaman dan berkembangnya vektor penyakit.


Penyakit menular terjadi layaknya lingkaran yang sambung-menyambung. Apabila tidak ada mata rantai yang terputus, penularan akan terus berlanjut. Hidup berdampingan dengan jumlah warga binaan yang padat menjadi salah satu penyebab cepatnya penularan penyakit. Hal ini akan merugikan diri sendiri dan orang lain yang terdampak. Adanya perilaku hidup bersih dan sehat akan menjadi faktor penting dalam memutus rantai penularan.


Sesuatu yang sering dilakukan akan menjadi kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan melakukan perilaku atas kesadaran untuk meningkatkan kesehatan perlu di gaungkan secara kontinu.


Pentingnya tingkat pengetahuan warga binaan tentang cara mencuci tangan yang baik dan benar, membuang sampah pada tempatnya, dan indikator lain yang menjadi perilaku hidup bersih dan sehat.


Menyadari kurangnya pengetahuan akan perilaku hidup bersih dan sehat, maka dari tenaga medis dan kesehatan wajib memberikan edukasi terkait dengan PHBS, cara mencuci tangan yang baik dan benar, etika batuk, dan edukasi lainnya.


Edukasi dapat diberikan melalui sosialisasi verbal maupun audiovisual. Dengan harapan warga binaan memahami pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, melakukan, dan menerapkan menjadi suatu kebiasaan yang baik. Selain itu, perlunya terpasang poster yang berisi edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Sehingga melalui impelementasi ini angka sakit warga binaan akan semakin menurun dan kualitas hidup semakin meningkat.


Selain preventif dan promotif, warga binaan juga mendapatkan hak kesehatan berupa pelayanan kesehatan. Tersedianya fasilitas kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan dapat menjadi sarana warga binaan untuk konsultasi kesehatan dan mendapatkan pelayanan pengobatan.



Editor : Arjuna H T Munthe

Komentar

Tampilkan

  • Implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Lingkungan Lembaga Pemasyarakatan
  • 0

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tanggapan Anda di sini!

Terkini