![]() |
| Gambar : Tingkatkan Kualitas Menulis Kader, DPC GMNI Medan Laksanakan Pelatihan Jurnalistik. Lidinews |
Sumatera Utara, Medan, Lidinews - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Medan melaksanakan Pelatihan Jurnalistik Sebagai langkah strategis dalam membangun kader yang ideologis, dan kritis yang digelar selama dua hari di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari kerja-kerja kaderisasi GMNI dalam menjawab tantangan zaman, khususnya dalam penguasaan ruang wacana dan pertarungan gagasan di era digitalisasi.
Pelatihan jurnalistik ini diikuti oleh anggota dan kader GMNI Medan dari berbagai komisariat dengan semangat tinggi untuk memperdalam kemampuan menulis dan memahami peran strategis tulisan dalam kehidupan sosialnya.
DPC GMNI Medan memandang bahwa menulis bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan instrumen ideologis yang memiliki daya gerak, daya kritik, dan daya perjuangan.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang jurnalis profesional dan pegiat pers, seperti jurnalis Tribun Medan, Waspada, Kompas, AJI Medan, serta alumni GMNI yang telah lama berkecimpung di dunia menulis. Kehadiran para narasumber tersebut memperkaya perspektif kader terkait praktik jurnalistik yang beretika, berpihak pada kebenaran, serta berorientasi pada kepentingan rakyat.
Materi yang disampaikan tidak hanya mencakup teknik dasar penulisan berita, dan opini, tetapi juga membahas secara mendalam fungsi tulisan sebagai alat kontrol sosial dan sebagai alat propaganda dalam perjuangan, serta pentingnya keberpihakan mahasiswa terhadap penderita rakyat. Dalam penyampaian dari berbagai narasumber berlangsung dinamis dan kritis, mencerminkan semangat anggota dan kader GMNI Medan dalam mengikuti pelatihan.
Ketua DPC GMNI Medan, Julpadli Simamora dalam keterangan persnya menegaskan bahwa penguatan kemampuan menulis anggota dan kader merupakan kebutuhan strategis organisasi. Dalam konteks hari ini, ditengah perkembangan teknologi yang semakin pesat serta di tengah dominasi informasi yang kerap berpihak pada kepentingan pemodal dan kekuasaan, GMNI Medan harus hadir sebagai pembanding yang mampu menyuarakan realitas kaum Marhaen melalui tulisan yang jujur, tajam, dan bertanggung jawab.
“Menulis adalah salah satu bentuk praksis ideologi. Melalui tulisan, Anggota dan kader GMNI Medan harus mampu mengimplementasikan Ideologi membela kaum Marhaen dalam bentuk tulisan, mengungkap praktik penindasan, serta melawan hegemoni narasi yang menyesatkan rakyat. Jurnalistik juga bagian daripada medan perjuangan, dan GMNI Medan tidak boleh absen di dalamnya,” Tegas Julpadli.
Lebih lanjut, pelatihan ini juga dimaksudkan untuk membangun tradisi intelektual di tubuh GMNI Medan. Tradisi membaca, menulis, dan berpikir kritis merupakan fondasi penting dalam melahirkan kader ideologis yang tidak hanya piawai berorasi di jalanan, tetapi juga mampu berjuang di ruang gagasan dan media.
DPC GMNI Medan berharap, melalui pelatihan jurnalistik ini, kader-kader GMNI mampu memproduksi karya tulis yang berpihak pada rakyat, mengawal isu-isu strategis seperti, agraria, buruh, kemiskinan, pendidikan, dan berbagai persoalan sosial lainnya yang betul-betul dialami kaum Marhaen.
Sehingga nantinya, GMNI Medan terus menjadi kekuatan intelektual yang konsisten memperjuangkan cita-cita Marhaenisme. Pelatihan jurnalistik ini menjadi penegasan bahwa DPC GMNI Medan terus berupaya membumikan ideologi perjuangan melalui berbagai medium, salah satunya tulisan, sebagai alat pembebasan dan perlawanan terhadap ketidakadilan sosial.
Reporter : Faisal Hasibuan
Editor : Arjuna H T Munthe


