![]() |
| Gambar : Frimus Nababan bersama Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming di Istana Negara. Wapres RI Dukung Ulos Masuk UNESCO. Lidinews.com. |
Terima Audiensi PB IMSU, Wapres RI Dukung Usulan 17 Oktober Sebagai Hari Ulos Nasional dan Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.
Jakarta, Lidinews.com - Wakil Presiden Republik Indonesia menerima audiensi jajaran Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Sumatera Utara (PB IMSU) di Istana Wakil Presiden, Jakarta.
Pertemuan strategis ini membahas upaya penguatan identitas budaya lokal sebagai instrumen pemersatu bangsa, khususnya melalui pelestarian kain tradisional Ulos sebagai salah satu identitas fundamental masyarakat Sumatera Utara.
Dalam pertemuan tersebut, PB IMSU menyampaikan aspirasi mendesak agar Pemerintah Republik Indonesia segera menetapkan tanggal 17 Oktober sebagai Hari Ulos Nasional.
Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk pengakuan negara terhadap nilai historis dan filosofis Ulos yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial budaya masyarakat Batak dan Indonesia pada umumnya.
Selain pengusulan hari nasional, PB IMSU juga mendorong pemerintah untuk mempercepat dan memperkuat langkah diplomasi kebudayaan guna memastikan Ulos ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO.
Penetapan ini diharapkan dapat memproteksi nilai autentisitas Ulos di kancah internasional serta meningkatkan kebanggaan generasi muda terhadap kekayaan wastra nusantara.
Gibran Rakabuming, Wakil Presiden Republik Indonesia menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga kedaulatan budaya.
Wapres menginstruksikan kementerian terkait untuk meninjau secara mendalam dokumen pendukung agar proses pengusulan ke UNESCO berjalan lancar, mengingat Ulos memiliki keunikan teknik tenun dan makna simbolis yang sangat dalam.
Hadir dalam audiensi tersebut, Frimus W. Nababan, Ketua DPP Bidang Pembangunan Daerah dan Desa Tertinggal Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
Dalam pernyataannya, Frimus menekankan bahwa pelestarian budaya seperti Ulos harus dimulai dari akar rumput, yakni melalui pemberdayaan para perajin tenun yang mayoritas berada di wilayah pedesaan Sumatera Utara.
Frimus Nababan secara khusus mengajak pemerintah untuk membangun kolaborasi nyata dengan GMNI dalam memperkuat ekonomi desa melalui program "Desa Binaan".
Ia menilai sinergi antara aktivis mahasiswa dan pemerintah dapat menjadi motor penggerak untuk mendampingi para perajin Ulos di daerah tertinggal agar produk mereka memiliki daya saing global tanpa meninggalkan kearifan lokal.
"Kami di GMNI siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk turun langsung ke desa-desa melalui program Desa Binaan. Fokus kami adalah memastikan para perajin Ulos di pelosok mendapatkan pendampingan berkelanjutan, akses modal, dan literasi digital agar narasi budaya ini sejalan dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi warga desa," ujar Frimus W. Nababan di hadapan Wapres.
Menutup audiensi, Wakil Presiden RI mengapresiasi semangat kolaboratif yang ditawarkan oleh elemen mahasiswa. Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk mengawal agenda Hari Ulos Nasional dan pengakuan UNESCO sebagai prioritas bersama demi menjaga eksistensi budaya Indonesia di masa depan.
Editor : Arjuna H T Munthe


