![]() |
| Gambar : FORMABES Ajak Semua Pihak Mengedepankan Verifikasi dan Mekanisme Resmi Dalam Menyikapi Program MBG |
Jakarta – Koordinator Pusat Forum Mahasiswa Bersuara (Formabes), Frimus Nababan, mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengedepankan verifikasi data, kepatuhan terhadap mekanisme yang berlaku, serta komunikasi yang konstruktif demi menjaga keberlangsungan program strategis nasional tersebut.
Menurut Frimus, berbagai dinamika yang berkembang belakangan ini perlu disikapi secara bijak melalui proses verifikasi yang menyeluruh. Setiap informasi yang beredar harus diuji berdasarkan data, dokumen, dan fakta lapangan sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman yang berpotensi mengganggu pelaksanaan program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
Frimus menjelaskan bahwa Berita Acara Nomor 2168/BA/TAUWAS/IV/2026 merupakan hasil pemantauan yang berisi catatan dan rekomendasi tindak lanjut. Dokumen tersebut perlu dipahami secara utuh sesuai fungsi dan kedudukannya dalam proses pengawasan administrasi.
"Setiap poin yang tercantum dalam berita acara harus melalui proses verifikasi sebelum dijadikan dasar pengambilan langkah lebih lanjut. Verifikasi menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa seluruh informasi yang digunakan memiliki dasar data yang kuat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Frimus.
Menurutnya, ruang dialog yang dibangun oleh Badan Gizi Nasional (BGN) selama ini menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan berbagai persoalan melalui pendekatan data dan verifikasi.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar setiap keputusan lahir dari fakta yang dapat diuji secara objektif.
Frimus menegaskan bahwa dalam pengelolaan administrasi dan pembayaran, seluruh proses mengikuti ketentuan yang berlaku. Setiap dokumen yang masuk memerlukan verifikasi untuk memastikan kesesuaian administrasi, kelengkapan berkas, serta kecocokan data pendukung yang menjadi syarat dalam proses pencairan.
"Verifikasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tata kelola yang baik. Verifikasi dilakukan untuk menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran negara sekaligus memberikan kepastian hukum kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG," katanya.
Formabes memandang bahwa proses administrasi yang tertib akan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh ekosistem program. Oleh sebab itu, upaya peningkatan kualitas administrasi yang telah didorong sejak beberapa waktu lalu perlu mendapat dukungan bersama.
Frimus juga menyoroti adanya sejumlah persoalan yang berkaitan dengan dinamika internal organisasi atau lembaga mitra pelaksana di lapangan. Menurutnya, persoalan semacam itu harus ditempatkan secara proporsional sesuai ruang lingkup kewenangan masing-masing pihak.
"Setiap persoalan internal yang muncul perlu diselesaikan melalui mekanisme yang tersedia dan didukung oleh verifikasi data yang memadai. Penyelesaian yang berbasis verifikasi akan menghasilkan keputusan yang lebih objektif serta menghindarkan berbagai pihak dari kesimpulan yang prematur," ujarnya.
Lebih lanjut, Frimus menyampaikan bahwa pengumpulan dan penerimaan data dari berbagai pihak telah berlangsung. Meski demikian, seluruh data tetap memerlukan proses verifikasi secara menyeluruh karena menyangkut banyak aspek teknis, termasuk mutu layanan, jumlah porsi, kesesuaian laporan, serta kecermatan administrasi pendukung.
Menurutnya, verifikasi tidak dapat dipisahkan dari prinsip kehati-hatian yang menjadi fondasi tata kelola program publik. Karena itu, seluruh pihak perlu memberikan ruang yang cukup agar proses tersebut berjalan secara optimal.
"Ketika berbicara mengenai penggunaan anggaran publik dan layanan kepada masyarakat, verifikasi harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Verifikasi memastikan bahwa setiap data yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan," kata Frimus.
Formabes menilai bahwa komitmen perbaikan sistem yang terus dilakukan berbagai pihak merupakan langkah positif yang patut diapresiasi.
Penguatan digitalisasi laporan, pengawasan berlapis, peningkatan kualitas administrasi, serta penegakan aturan menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola yang semakin baik.
Frimus mengingatkan bahwa keberhasilan perbaikan sistem sangat membutuhkan suasana yang kondusif. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat memberikan ruang bagi proses verifikasi dan penyempurnaan mekanisme yang sedang berjalan.
"Kita perlu memastikan bahwa seluruh proses berjalan berdasarkan data yang terverifikasi. Semakin kuat verifikasi yang dilakukan, semakin besar pula peluang terciptanya penyelesaian yang adil bagi seluruh pihak," katanya.
Terkait berbagai aspirasi yang berkembang, Frimus mengajak masyarakat untuk memanfaatkan jalur komunikasi resmi yang telah tersedia.
Penyampaian data, dokumen pendukung, maupun berbagai bentuk klarifikasi akan lebih efektif apabila dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
Menurutnya, penyelesaian berbasis dokumen dan verifikasi akan memberikan kepastian yang lebih baik dibandingkan pertukaran narasi yang belum didukung data yang lengkap.
"Jika terdapat hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut, maka langkah yang paling tepat adalah menyampaikan data dan dokumen pendukung untuk diverifikasi. Verifikasi akan mempercepat proses klarifikasi serta menghasilkan gambaran yang lebih utuh mengenai persoalan yang dihadapi," ujarnya.
Frimus juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas ruang publik dari informasi yang belum terverifikasi. Di tengah arus informasi yang sangat cepat, setiap pihak memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui proses pengecekan yang memadai.
Menurutnya, penguatan budaya verifikasi merupakan kebutuhan bersama agar ruang publik tetap sehat dan produktif.
Dalam kesempatan tersebut, Frimus turut menyoroti peran penting Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Tapanuli Utara. Program tersebut telah menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Di Tapanuli Utara, pelaksanaan program yang melibatkan Yayasan Bisukma Group telah memberikan kontribusi terhadap penguatan rantai ekonomi lokal.
Kehadiran program ini mendorong keterlibatan berbagai unsur masyarakat, mulai dari penyedia bahan pangan, pelaku usaha lokal, tenaga kerja, hingga berbagai pihak yang mendukung distribusi dan pelayanan.
Frimus menilai bahwa manfaat program MBG tidak hanya berkaitan dengan aspek gizi, melainkan juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang luas. Oleh sebab itu, seluruh pihak perlu menjaga agar pelaksanaannya tetap berjalan secara baik dan berkelanjutan.
"Program MBG merupakan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Karena itu, setiap dinamika yang muncul harus diselesaikan melalui verifikasi, dialog, dan mekanisme yang berlaku agar manfaat program tetap dapat dirasakan masyarakat," katanya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Tapanuli Utara membutuhkan suasana yang kondusif untuk mendukung keberhasilan program tersebut. Narasi yang belum melalui verifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta mengganggu semangat kolaborasi yang selama ini telah dibangun.
Formabes mengajak seluruh tokoh masyarakat, pemuda, organisasi sosial, pelaku usaha, dan seluruh elemen daerah untuk mengedepankan verifikasi dalam setiap penyampaian informasi.
Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah munculnya penggiringan opini yang dapat memicu ketegangan sosial di tengah masyarakat.
"Verifikasi harus menjadi budaya bersama. Verifikasi menjaga objektivitas. Verifikasi menjaga kepercayaan publik. Verifikasi juga menjaga agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui mekanisme yang benar," ujar Frimus.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan informasi yang jernih, akurat, dan terverifikasi. Karena itu, seluruh pihak diharapkan menghindari penyebaran informasi yang belum melalui proses verifikasi yang memadai.
Formabes menegaskan dukungannya terhadap penyelesaian setiap persoalan melalui pendekatan yang mengedepankan data, verifikasi, dan komunikasi yang konstruktif.
Pendekatan tersebut diyakini mampu menciptakan solusi yang adil sekaligus menjaga keberlangsungan program yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat.
Pada akhirnya, Frimus mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga semangat kolaborasi demi kepentingan masyarakat luas.
"Kita perlu menempatkan verifikasi sebagai landasan utama dalam setiap proses. Ketika verifikasi menjadi pijakan bersama, maka ruang dialog akan semakin terbuka, penyelesaian persoalan akan semakin jelas, dan manfaat program MBG dapat terus dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan," tutup Frimus Nababan.
Editor : Arjuna H T Munthe



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tanggapan Anda di sini!